Senin, 23 September 2013

KHAWATIR



Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari para rasul. QS (29:7)
Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. QS (20:112)
Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam) QS(20:77)
Berkatalah mereka berdua: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas." QS(20:45)
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku[898] sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, QS(19:5)
Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. QS(8:58)
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.  QS(4:9)
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis[634], maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam[635] sesudah tahun ini[636]. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin[637], maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. QS(9:28)
Allah berfirman: "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat." QS(20:46)

Minggu, 20 Januari 2013

Berpasangan

BERPASANGAN

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

Kamis, 17 Januari 2013

CUMA KAMU-RHOMA IRAMA

Cuma Kamu
Oleh: Rhoma Irama

Wanita:
Cuma kamu sayangku di dunia ini
Cuma kamu cintaku di dunia ini

Pria:
Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini
Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini

Duet:
Cuma kamu sayangku di dunia ini 
Cuma kamu cintaku di dunia ini

Pria: 
Tiada kalimat dapat melukiskan 
Betapa cintaku kepada dirimu 
Tiada ibarat sebagai umpama 
Betapa sayangku kepada dirimu

Wanita:
Itu dapat kurasa dari belai tanganmu
Itu dapat kurasa dari pandang matamu

PARADOKS KEBAHAGIAAN - 2



PARADOK KEBAHAGIAAN - 2

Dulu saya berpikiran bahwa ketika kelak saya mempunyai uang, maka hidup saya akan lebih bahagia. Sewaktu belum punya kendaraan, saya beranggapan bahwa setelah nanti punya motor/mobil sendiri, saya akan lebih happy. Saya juga dulu sering berangan-angan bisa travelling ke luar negeri karena hal itu mungkin akan membuat saya senang dan bangga.
Tapi setelah membaca buku Passion and Purpose: Stories from the Best and Brightest Young Business Leaders, (Gairah dan Tujuan: Cerita dari Pemimpin Terbaik dan Brightest Bisnis Muda), saya seperti disadarkan bahwa rahasia bahagia itu tidak terletak pada diri saya sendiri, melainkan pada kebahagiaan kita bersama.

Happiness comes from the intersection of what you love, what you’re good at, and what the world needs.We’ve been told time and again to keep finding the first. Our schools helped developed the second. It’s time we put more thought on the third. Putting problems at the center of our decision-making changes everything. It’s not about the self anymore. It’s about what you can do and how you can be a valuable contributor. 

Bahagia itu didapat ketika kita memindahkan pusat dari “to the end of yourself (sampai akhir diri sendiri ") menuju “to the greater good.”( Untuk kebaikan yang lebih besar.")
Hal ini kemudian menyadarkan saya bahwa semata-mata mengejar keinginan atau passion pribadi, tidak serta merta akan membuat kita bahagia. Pernyataan bahwa “follow your passion and everything will turn out great” adalah sesuatu yang misleading. Lebih parah lagi, hal itu justru membuat kita terlihat sangat egois. Fulfillment comes only when your passion, talent, role, assignment, and the greater good all come together.

Pada dasarnya, di lubuk hati dan pikiran terdalam setiap manusia, pasti ingin membuat perbedaan. Kita ingin memberi kontribusi. Kita ingin memberi pengaruh kepada lingkungan sekitar kita. Kita ingin merubah dunia. Kita ingin memberi impact. We want to matter. Sayangnya, seperti ditulis pada kutipan di atas, selama ini kita hanya berfokus pada aspek what we love dan what we’re good at—-bukan pada what the world needs.

Yang menarik, buku tersebut juga menjelaskan bahwa makin kita berfokus pada diri kita sendiri, maka kita akan cenderung makin tidak bahagia. Sebaliknya, ketika kita mulai mengabaikan perhatian pada diri sendiri dan mulai melihat dunia yang lebih besar, kita akan jauh lebih bahagia. We become happier if we worry less about what makes us happy.

Jadi, mulai sekarang coba lihat ke sekeliling kita. Adakah peluang dimana kita bisa melakukan perubahan positif? A genuine impact? A positive contribution? Adakah tempat dimana kita bisa mengarahkan passion dan talenta kita untuk membuat perbedaan?
Mari berhenti mengejar kebahagiaan diri sendiri. Mari mulai memberi kontribusi! Mari mulai membawa perubahan!



Dikutip dari :

 

PARADOKS KEBAHAGIAAN-1



Paradok Kebahagiaan-1
 
Apa yang sudah anda gapai ?
Apa yang telah anda capai ?
Benarkah itu yang anda cari selama ini, ataukah bukan ?
Tulisan berikut mencoba untuk mengajak kita untuk mencoba berhenti sejenak,
merenungi tentang kehidupan yang telah lewat.
Apakah kita telah menemukan apa yang kita cari & butuhkan, atau justru tengah
tersesat di rimba kebingungan & ketidakpastian.
Tulisan ini adalah karya dari Rev. Bob Moorehead yang dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Words Aptly Spoken. 

Selamat membaca & semoga mencerahkan.
_________________________________________________________

Kita memiliki bangunan yang tinggi, namun kesadaran yang pendek;
jalan yang luas, namun sudut pandang yang sempit;
kita banyak menghabiskan, tetapi sedikit memiliki;
kita banyak membeli, tetapi sedikit menikmati.

Kita memiliki rumah yang besar, namun keluarga yang kecil;
tempat yang nyaman, namun waktu yang sedikit;
Kita memiliki gelar yang banyak, namun kurang memiliki perasaan;
pengetahuan yang banyak, namun pertimbangan yang kurang;
ahli yang banyak, tetapi solusi yang sedikit;
obat yang banyak, tetapi kesehatan yang buruk.

Kita menggandakan milik kita, tetapi mengurangi nilai diri kita.
Kita berbicara terlalu banyak, membenci terlalu sering, namun jarang mencintai.
Kita belajar bagaimana mencari nafkah, tetapi tidak belajar untuk hidup;
Kita menghitung tahun-tahun kita hidup, tetapi tidak menghitung apa yang sudah kita lakukan dalam tahun-tahun yang kita jalani.

Kita sudah sering pergi ke bulan dan kembali,
akan tetapi kita malah bermasalah saat menyeberang jalan untuk menemui tetangga kita.
Kita sudah menaklukkan luar angkasa, namun tidak menaklukkan ruang dalam diri kita;
kita sudah melakukan hal yang lebih besar, namun tidak melakukan hal yang lebih baik;

Kita berusaha membersihkan udara, namun mencemari jiwa kita;
kita bisa memisahkan atom, tetapi tidak bisa memisahkan prasangka buruk kita.
Kita banyak menulis, tetapi belajar lebih sedikit;
kita merencanakan lebih banyak, namun menyelesaikan lebih sedikit.

Kita belajar untuk berlari, tetapi tidak belajar menunggu;
kita memiliki pendapatan yang tinggi, namun, moral yang rendah.
Kita membangun banyak komputer untuk menyimpan informasi, namun berkomunikasi lebih sedikit;
Kita memiliki kuantitas yang lebih, namun kualitas yang kurang.

Hari-hari ini adalah hari dimana suami istri bisa bekerja mencari nafkah,
namun justru banyak terjadi perceraian ;
Kita memiliki pasangan yang mempesona, namun hubungan yang memprihatinkan.  
hari-hari dimana kita memiliki rumah yang lebih baik, namun keluarga yang rusak.

special thanx to lovevirtue.com
Dikutip dariBottom of Form